Menyimak Dongeng

Pada pembelajaran sebelumnya kamu sudah terlibat dengan kegiatan menyimak dongeng untuk menemukan hal-hal yang menarik dari dongeng tersebut. Pada pembelajaran ini kita masih akan membahas dongeng. Sebagaimana yang telah kamu pahami bahwa sebagai karya sastra lama dongeng sudah berkembang sejak dahulu. Meskipun zamannnya sudah sangat berbeda, isi yang terkandung di dalam dongeng banyak yang masih relevan dengan situasi sekarang. Tema dan pesan yang ada di dalamnya dapat dijadikan pendidikan bagi generasi sekarang. Inilah salah satu hal penting perlunya mempelajari dongeng. Di samping itu, dengan membaca dongeng, kamu akan beroleh kesenangan dan hiburan serta memperluas cakrawala pengetahuan. Sekarang dengarkan dongeng yang akan dibacakan guru atau temanmu berikut ini! Ingat, segera tutuplah bukumu dan berkonsentrasilah menyimak dongeng tersebut!

Keledai Pembawa Garam
Oleh Latisya Nalfa Naila

Pada suatu hari di musim panas, tampak seekor keledai berjalan dipegunungan. Keledai itu membawa beberapa karung berisi garam dipunggungnya. Karung itu sangat berat, sementara matahari bersinar dengan teriknya. “Aduh, panas sekali. Sepertinya aku sudah tidak kuat berjalan lagi,” kata keledai. Di depan sana, tampak sebuah sungai. “Ah, ada sungai! Lebih baik aku berhenti sebentar,” kata keledai dengan gembira. Tanpa berpikir panjang, ia masuk ke dalam sungai dan….Byuur… Keledai itu terpeleset dan tercebur. Ia berusaha untuk berdiri kembali, tetapi tidak berhasil. Lama sekali keledai berusaha untuk berdiri.
Anehnya, semakin lama berada di dalam air, ia merasakan beban di punggungnya semakin ringan. Akhirnya keledai itu bisa berdiri lagi. “Ya ampun,garamnya habis!” kata tuannya dengan marah. “Oh, maaf… garamnya larut di dalam air, ya?” kata keledai.
Beberapa hari kemudian, keledai mendapat tugas lagi untuk membawa garam. Seperti biasa, ia harus berjalan melewati pegunungan bersama tuannya.
“Tak lama lagi akan ada sungai di depan sana,” kata keledai dalam hati. Ketika berjalan menyeberangi sungai, keledai menjatuhkan dirinya dengan sengaja.
Byuuur…. Tentu saja garam yang ada di punggungnya menjadi larut di dalam air. Bebannya menjadi ringan. “Asyik! Jadi ringan!” kata keledai ringan. Namun, mengetahui keledai melakukan hal itu dengan sengaja, tuannya menjadi marah.
“Dasar keledai malas!” kata tuannya dengan geram.
Keesokan harinya, keledai mendapat tugas membawa kapas. Sekali lagi, ia berjalan bersama tuannya melewati pegunungan. Ketika sampai di sungai, lagilagi keledai menjatuhkan diri dengan sengaja. Byuuur…. Namun apa yang terjadi? Muatannya menjadi berat sekali. Rupanya kapas itu menyerap air dan menjadi seberat batu. Mau tidak mau, keledai harus terus berjalan dengan beban yang ada dipunggungnya. Keledai berjalan sempoyongan di bawah terik matahari sambil membawa beban berat di punggungnya.
Sumber: Elexmedia

1. Menentukan Tema Dongeng yang Diperdengarkan

Tema dongeng adalah ide pokok dongeng. Bagi pendengar dongeng,tema dapat dinyatakan dalam bentuk kata, frasa, atau kalimat.

Tentukantema dongeng Keledai Pembawa Garam!
Tema dongeng Keledai Pembawa Garam adalah . . . . .
(nyatakan dengan satu kata)
Tema dongeng Keledai Pembawa Garam adalah . . . . .
(nyatakan dengan frasa)
Tema dongeng Keledai Pembawa Garam adalah . . . . .
(nyatakan dengan satu kalimat)
Menentukan Pesan Dongeng
Salah satu unsur yang menonjol dalam dongeng adalah pesan.
Tentukanlah pesan-pesan apa yang ada di dalam dongeng Keledai Pembawa
Garam.
Pesan yang terkandung dalam dongeng tersebut adalah:
1. ………………………………………………………………………………………………..
2. ………………………………………………………………………………………………..
3. ………………………………………………………………………………………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: