Bertelepon dengan Kalimat Efektif

 

1. Telepon sebagai Sarana Berkomunikasi

Kamu tentunya pernah menyampaikan atau menerima suatu pesan, berita, informasi, dan sebagainya melalui telepon, bukan? Saat ini bukan hal yang aneh dan mewah lagi, bahwa penggunaan telepon sudah menjadi kebutuhan primer di masyarakat. Bahkan anak kecil pun sudah banyak yang menggunakan alat komunikasi jarak jauh ini. Dalam KBBI (2005) disebutkan bahwa telepon adalah pesawat dengan listrik dan kawat untuk bercakap-cakap antara dua orang yang berjauhan tempatnya atau percakapan yang disampaikan melalui pesawat.

Telepon merupakan sarana komunikasi yang sangat penting  peranannya dalam kehidupan manusia. Sarana komunikasi jenis telepon ini tidak hanya mengatasi kendala jarak dan waktu, tetapi memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Maksudnya, berkomunikasi dengan telepon dapat dilakukan kapan saja dan di mana pun berada. Pada umumnya, telepon digunakan agar mempermudah hubungan atau komunikasi, walaupun tempatnya berjauhan. Kita tidak perlu datang dan bertatap muka secara langsung. Apabila menggunakan pesawat telepon, kita hanya mendengar suaranya. Meskipun demikian, dalam berkomunikasi melalui telepon harus memerhatikan santun berbahasa agar terjadi hubungan yang harmonis antara pengirim telepon dan penerima telepon. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam bertelepon hendaknya bahasa yang efektif,sopan, baik, dan benar. Untuk itu, kamu perlu memerhatikan tata cara bertelepon secara benar.

 

Kesantunan berbahasa dalam bertelepon meliputi pilihan kata, ungkapan, ekspresi, dan susunan kalimat saat berbicara.

Contoh kalimat yang efektif dan bahasa yang santun dalam bertelepon:

1. Halo, selamat siang. Bisa minta tolong bicara dengan Bapak Rudi?

2. Salah sambung? Oh, maaf kami telah mengganggu Bapak.

 

2. Tata Cara Bertelepon

Cara menelepon yang menyenangkan dan efisien berpengaruh terhadap citra kepribadian seseorang maupun kewibawaan suatu instansi. Berikut beberapa tata cara yang perlu kamu perhatikan dalam bertelepon.

a . Jika kamu sebagai penelepon, hendaknya memerhatikan hal-hal berikut.

1)      Meyakinkan kebenaran nomor telepon yang hendak dihubungi agar tidak salah sambung.

2)      Menyiapkan pokok pembicaraan yang akan disampaikan agar pembicaraan tidak melantur.

3)      Pembicaraan dilakukan dengan singkat dan jelas.

b. Jika kamu sebagai penerima telepon, hendaknya memerhatikan hal-hal berikut.

1)      Memerhatikan keadaan dan berbicara dengan sopan serta ramah saat menerima telepon.

2)      Menyediakan alat untuk mencatat hal-hal penting

 

Bagian-bagian dalam percakapan melalui telepon:

1)      salam pembuka (perkenalan catat saat menerima telepon diri),

2)      pembuka percakapan,

3)      Menyebutkan identitas

4)      Bertanya dengan sopan maksud penelepon

5)      inti pembicaraan dicatat.

6)      penutup diri.

7)      salam penutup.

 

Tidak menutup pembicaraan dalam telepon terlebih dahulu. Jika terpaksa menutup lebih dahulu, gunakan kata yang bijak. Misalnya, “Maaf, saya akhiri dulu pembicaraan ini, ya!”

Untuk itu, perhatikan contoh percakapan melalui telepon berikut. Pada hakikatnya, berkomunikasi melalui telepon sama dengan bercakap-cakap tatap muka, terutama dalam hal sopan santun berbahasa. Perhatikan kutipan berikut!

Sari : (Mengangkat gagang telepon, lalu menekan nomor telepon. Terdengar bunyi “tut” panjang dan suara “halo”). “Ya, halo…,

selamat sore. Di sini Sari, bisakah saya bicara dengan Lina?”

Yang dituju : “Baik, tunggu sebentar.” (diam sebentar)

Lina : “Halo, Sari, apa kabar?”

Sari : “Baik-baik saja, Lin! Oh ya, mengapa kamu juga belum  datang?

Kawan-kawan sudah lama menunggumu, mereka akan marah kalau kamu sampai tidak datang.”

Lina : “Ya, tunggu sebentar, aku pasti datang. Mama menyuruhku pergi ke warung. Maklum, kami tidak punya pembantu. Maaf, tunggu dulu, ya!”

Sari : “Baiklah, aku tunggu. Jangan lama-lama, terima kasih.”


3.Memerankan  Percakapan Melalui Telepon

1.      Kamu diajak untuk melakukan kegiatan di bawah ini.

2.      Memerankan percakapan melalui telepon dengan menggunakan teks percakapan pada contoh di atas.

Menyusun teks percakapan  melalui telepon dengan ilustrasi berikut.

- Bentuklah kelompok dalam kelasmu yang terdiri atas empat orang!

- Kamu menelepon temanmu bernama Diana untuk meminta buku komik yang dipinjamnya seminggu yang lalu. Akan tetapi, saat itu Diana tidak ada di rumah dan penerima telepon adalah Ibu Dewi.

Kamu lalu menitip pesan kepada Ibu Dewi agar Diana segera mengembalikan buku itu.

3 . Berdasarkan hasil tulisanmu, praktikkan di depan kelas dengan teman pasanganmu! Guru akan menunjuk dua pasang siswa untuk mempraktikkan di depan kelas.

4. Latihan Bertelepon

Perankan contoh teks percakapan berikut di depan kelas bersama temanmu! Gurumu akan menunjuk tiga pasang siswa untuk memerankannya.

 

Dodi : “Halo, selamat pagi.”

Ibu Ratna : “Selamat pagi.”

Dodi : “Benarkah ini nomor 8977878, rumah Ibu Ratna? Ini dari Dodi.”

Ibu Ratna : “Benar, Dodi. Apakah Ibu bisa membantu?”

Dodi : “Maaf, Bu. Hari ini saya tidak masuk sekolah. Saya sakit, Bu. Saya mohon izin dulu dan surat izinnya saya titipkan Lulu.”

Ibu Ratna : “Ya, baik. Beristirahatlah yang cukup supaya lekas sembuh.”

Dodi : “Terima kasih, Bu. Saya rasa cukup sekian dulu. Selamat pagi.”

Ibu Ratna : “Terima kasih kembali. Selamat pagi.”

 

C.Membaca Intensif untuk MenemukanGagasan Utama

1. Membaca Intensif

Salah satu keterampilan berbahasa adalah membaca. Teknik membaca ada bermacam-macam, salah satunya adalah membaca secara intensif. Membaca intensif adalah kegiatan membaca yang bertujuan untuk menelaah dan memahami secara mendalam dan utuh suatu teks. Untuk itu, bacalah teks berikut secara intensif!

 

Bakrie Telecom Ekspansi ke Jateng

PT Bakrie Telecom Tbk mulai ekspansi pasar ke Jawa Tengah dalam menawarkan produk layanan telekomunikasi Esia dan Wifone. Sebanyak 40.000 nomor Esia dan 4.000 nomor Wifone disediakan untuk masa pre sales dari 30 Agustus hingga 2 September. Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom,Erik Meijer, pada pembukaan gerai Esia di Jalan MT Haryono No. 78 Semarang mengatakan bahwa ia optimis masyarakat Jateng menyambut baik kehadiran Esia dan Wifone karena telah dikenal sebagai operator telepon yang memberikan harga terjangkau.

Selain di Semarang, Bakrie Telecom juga membuka cabang di Solo. Seperti diketahui bahwa tarif telepon Esia Rp50 per menit. Bahkan, untuk menandai hadirnya Bakrie Telecom di Jateng, hingga November mendatang diberikan program telepon gratis antarpengguna Esia dan Wifone di kota yang sama. Erik Meijer juga mengatakan, “Semua nomor Esia dan Wifone di Semarang bisa free calling dengan nomor-nomor Esia dan Wifone lainnya di Semarang.

Dengan ini pelanggan Esia dan Wifone dapat membuktikan keandalan kualitas tanpa harus dibebani oleh tagihan telepon. Wakil Direktur Utama Bidang Network PT Bakrie Telecom Tbk Danny Buldansyah mengatakan bahwa untuk melayani pelanggan di Jateng kini sudah ada sebanyak 23 base transceiver station (BTS) di Semarang dan 12

BTS di Solo. Untuk wilayah Jateng, pihaknya belum menargetkan perolehan pelanggan. Adapun yang  diutamakan adalah memberikan pelayanan telekomunikasi dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau.

         (Sumber: Seputar Indonesia, 30 Agustus 2007,  hlm. 1

          dengan perubahan seperlunya)

 

 

 

 

Selanjutnya, lakukan kegiatan berikut bersama teman sekelompokmu!

1 .Jawablah pertanyaan  di bawah ini dengan benar dan tuliskan di buku tugas masing-masing!

a.       Apa yang menjadi tema pemberitaan dalam teks berjudul Bakrie Telecom Ekspansi ke Jateng?

b.      Di mana letak tempat diadakan pembukaan gerai Esia di Semarang?

c.       Siapa nama Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk yang hadir dalam acara tersebut dan apa yang dikatakannya?

d.      Berapa tarif yang diberlakukan untuk pengguna Esia setiap menitnya?

e.       Kapan pengguna nomor Esia dan Wifone di Semarang dapat melakukan free calling?

2. Diskusikan bersama teman kelompokmu untuk menemukan gagasan utama tiap paragraf dari teks Bakrie Telecom Ekspansi ke Jateng!

Salinlah tabel berikut di bukumu untuk membuat laporan hasil diskusi!

Tabel 8.2

     Judul Teks              Paragraf  ke-             Gagasan  utama

 

 

 

 

 

 

 

3 . Serahkan hasil diskusi kelompokmu kepada gurumu untuk diberi komentar dan dinilai!

2. Menemukan Gagasan Utama dalam Paragraf

Berdasarkan teks wacana di atas, tentunya kamu mengetahui bahwa teks wacana tersebut terdiri atas tiga paragraf. Tahukah kamu yang dimaksud dengan paragraf? Dalam KBBI (2005), disebutkan bahwa  paragraf  adalah bagian dari karangan (tertulis) atau bagian dari tuturan (jika lisan). Sebuah paragraf ditandai oleh suatu kesatuan yang lebih luas dari kalimat. Oleh karena itu, paragraf terdiri atas sejumlah kalimat dan saling bertalian untuk mengungkapkan gagasan tertentu.

  1. kata guru saya ,,kalo bertelepon jangan sekali-kali menyebutkan kata halo………karna di anggap terlalu akrab…dan kalo menerima telepon dari rekan bisnis bagaimana????tolong berikan contohnya ?

    trims

  2. Buat anak2ku kelas 7, silahkan cobaaaaa….. good luck!

  3. Makasih,atas percakapannya?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: